Jumat, 27 Juli 2012

Tips Mengubah Lawan Menjadi Kawan

Seberapa pun baik dan menyenangkannya Anda , ada saja satu dua orang yang memusuhi Anda, baik tersamar maupun terang-terangan. Tidak perlu kesal. Selalu ada cara untuk mengubah lawan menjadi kawan.

Berikut tips bagaimana cara licik mengubah lawan menjadi kawan:
1. Cooling Down.
Kalau sama-sama bersitegang, dia memusuhi Anda, kemudian dibalas dengan permusuhan, suhu pasti panas dingin. Tegang. Apalagi jika Anda mengumpulkan seteru untuk memusuhi dia, uhm, dia pasti makin sewot.

Situasi ini jelas tidak kondusif. Jadi, mengapa tidak coba mencairkan suasana dengan bersikap sebaliknya. Kalau ada rekan yang mengompori, tidak perlu ditanggapi, katakan saja bahwa Anda tidak pernah memusuhi dia. Dan Anda tidak pernah punya persoalan dengan dia.

2. Berlagak Pilon
Anda tahu dia memusuhi Anda, tapi bersikaplah seolah-olah tidak tahu. Anggaplan tidak pernah ada persoalan antara Anda dengan dia. Toh, yang menganggap Anda musuh adalah dia, bukan Anda. Jagalah sikap senormal mungkin di depan dia. Kalau setiap bertemu Anda menyapa dia, jangan hentikan kebiasan tersebut. Jika sapaan Anda ditanggapi dengan wajah cemberut, jangan ambil pusing. Toh, lama-lama dia mungkin akan menyadari usaha dia memusuhi Anda sia-sia, karena Anda bersikap tidak peduli.

3. Jangan dibalas
Kejahatan tidak perlu dibalas dengan kejahatan juga. Memang sulit mempraktekkannya tapi pasti bisa dilakukan. Satu contoh gampang adalah dengan memberi perhatian-perhatian kecil. Misal, kalau Anda pergi ke luar kota, jangan lupa membelikan sesuatu untuk dia. Kalau Anda memberikan sesuatu untuk teman-teman dekatnya, berikan juga pada dia. Kebesaran jiwa Anda lambat laun mungkin akan meluluhkan hatinya.

4. Bersikap Rendah Hati
Bersikaplah rendah hati. Kalau atasan memuji Anda di depan rekan-rekan lain, termasuk dia, jangan bersikap arogan. Katakan Anda masih punya banyak kekurangan, dan hasil yang Anda capai tidak lepas dari bantuan rekan-rekan lain, tak terkecuali dia. Biasanya sikap rendah hati akan membuatnya sadar bahwa Anda tidak layak dibenci. Sebaliknya sikap arogan akan membuatnya makin panas dan bersemangat membenci Anda.

5. Bersikap Profesional
Seberapa tidak sukanya Anda pada dia, janganlah menghadapinya secara subyektif. Mungkin Anda tidak ingin bekerjasama dengannya, tapi pekerjaan mengharuskan Anda satu team dengannya. Mau tidak mau, Anda harus bekerjasama dengan dia. Singkirkan sejenak ketidaksukaan Anda, berikan sesuai porsi atau kapasitas Anda. Karena kalau tim itu gagal, Anda juga yang akan terkena dampaknya.

6. Ayo Fokus
Daripada menanggapi permusuhannya, lebih baik focus pada pekerjaan. Abaikan saja perilakunya yang memancing emosi, missal ia gemar mengait-ngaitkan pekerjaan dengan hal lain yang tidak relevan. Pokonya apa pun yang dia lakukan, jangan gampang terpancing. Kalau perlu tanggapi perilakunya dengan bercanda sehingga dia akan merasa aksinya pada Anda tidak mempan.

7. Jangan Memancing
Sekesal apapun Anda pada dirinya jangan terpancing godaan rekan-rekan lain untuk menjelek-jelekan namanya. Karena bisa saja di antara teman-teman Anda itu, ada juga yan sengaja memancing di air keruh dan menambah suhu bertambah panas. Kalau perlu katakana pada mereka bahwa dia tidak seburuk yang mereka duga. Dengan begitu, ia mungkin akan sadar bahwa sikap permusuhannya hanya akan membakar dirinya sendiri.

8. Cry For Help
Anda bisa minta bantuan orang ketiga untuk mencairkan komunikasi antara Anda dengan dia. Mintalah pada dia untuk membantu meluruskan permasalah. Mungkin sikap permusuhan dia dilandasi salah paham atau misunderstanding. Biasanya masukan dari orang ketiga akan dia dengat ketimbang penjelasan dari Anda.

9. Inisiatif Meminta Maaf
Hari Raya Besar seperti Lebaran,Natal, Tahun Baru dan lain-lain merupakan momen yang tepat memperbaiki hubungan dengan dia. Kalau dia tidak menghampiri Anda, tidak perlu gengsi mendatangi mejanya dan mengulurkan tangan meminta maaf lahir dan batik. Agar suasana mencair, boleh juga membawa makanan dan ajak dia mencicipi bersama. Masak sih hatinya tidak juga terbuka melihat ketulusan Anda? Bukankah sekeras-kerasnya hati orang, masih lebih keras batu kali?

Semoga Info ini berguna...

Sabtu, 21 Juli 2012

Tips Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

1. Tidak ada orang yang sempurna. Jika kamu masih menganggap masalah fisik menjadi penghalang untuk tampil percaya diri, maaf tips ini akan sia-sia! Tapi jika menganggap itu NO PROBLEMO, Lanjutkan! Kamu telah berhasil melewati poin yang pertama!.

2. Kenali dirimu, jadilah diri sendiri. Terkadang ketika kita berani untuk menunjukkan jati diri kita sendiri, orang akan cepat mengenali dan mengetahui siapa kamu.

3. Rencanakan target dan tujuan. Semua hal yang memiliki tujuan dan rencana yang baik, pasti akan menemukan hasil maupun tempat yang baik pula.

4. Mulailah dengan satu langkah. Untuk memulai sesuatu memang tidak mudah, tapi agar diketahui juga, sampai kapan kita harus berhenti dan tetap diam?!!

5. Selalu berpikir positif. Jangan menganggap apa yang akan dilakukan pasti sia-sia. Lakukan hal yang terbaik, jangan pernah takut akan kegagalan.

6. Jangan Anti-Saran dan kritikan. Posisikan diri kita sebagai “konsep”, dan biarkan orang lain menilai. Gunakan saran, kritikan dan penilain tersebut menjadi koreksi dan perubahan sikap dan kemampuan kita.

7. Berikan tampilan dan pertunjukkan yang baik. Pada poin ini, dibutuhkan pemahaman dan latihan yang baik. Ketika kita ingin menghadapi orang lain, berusahalah untuk berpenampilan yang sopan dan rapi. Selain itu, tunjukkan sikap perhatian maupun respon yang baik, serta ciptakan nuansa yang bersahabat dan bersahaja.

8. Bawa bekal yang cukup. Ketika menghadapi orang maupun suatu masalah, kita haruslah memiliki bekal pengenalan, pengetahuan, dan pengalaman yang cukup (banyak, lebih baik). Tekun belajar, pahami dan cobalah belajar mengerti akan kondisi dan sikap orang lain. Selain itu, penuhi mesin pemikiran dengan ilmu dan pengetahuan, ataupun segala hal yang baik dan berguna bagi orang lain. Suatu saat, bekal tersebut dapat kamu gunakan dalam mewujudkan keinginan dan impianmu.

9. Nikmati “proses” dan jangan instan. Berusahalah untuk tetap menikmati segala proses yang ada. Ketika kita harus belajar, mencari, merencanakan, melangkah, terpuruk/ jatuh, mengalami rugi/ untung, nikmati saja proses tersebut, karena nantinya “proses” tersebut akan menjadi “pengalaman” yang sangat berharga!.

10. Selanjutnya, biarkan Tuhan yang mengaturnya.